Minggu, 22 November 2020
Sering Beraktivitas di Dapur? Waspada Bahaya Polusi Udara Bisa Terjadi di Dapur

Dapur salah satu tempat yang sangat penting dalam sebuah rumah. Kegiatan proses menyiapkan kebutuhan makanan, terjadi di dapur. Berbagai olahan bahan pangan untuk keluarga dimulai dari sini. Seiring dengan perkembangan teknologi, bentuk dapur juga mengalami perubahan. Perencanaan dapur modern saat ini mengikuti prinsip segitiga yang menyatakan ada 3 fungsi utama dapur. Fungsi dapur yang dimaksud adalah penyimpanan (seperti kulkas), persiapan, dan memasak. Bahkan ada beberapa desain dapur yang bisa dipakai sekaligus untuk tempat kumpul makan dengan keluarga.

Organisasi Kesehatan Dunia dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan pernyataan bahwa asap dapur telah menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Tahun 2012, ilmuwan dari Universitas Sheffield bahkan menegaskan bahwa polusi udara dari wilayah dapur sebenarnya jauh lebih buruk dibanding dengan asap jalanan.

Para periset dari Universitas Sheffield membandingkan tiga rumah untuk penelitian polusi yang membandingkan kualitas udara di luar ruangan dengan di dapur.

Pertama adalah rumah berbahan baku batu dengan pemasak elektrik di dalamnya. Dua rumah lainnya berupa apartemen dengan alat memasak dari gas. Para ilmuwan mengambil sampel udara dari luar rumah dan di dalam rumah selama periode empat minggu. Dari hasil sampel tersebut ditemukan jejak rendah dari racun karbon monoksida dari rumah berada di pedesaan. Tapi justu kadarnya jadi tinggi racun karbon monoksida yang ditemui di dapur. Level tertinggi racun tersebut terdapat di dalam apartemen saat gas oven dihidupkan.

Pemasak berbahan dasar gas juga sumber signifikan nitrogen dioksida dengan konsentrasi di dapur apartemen-apartemen pusat kota. Kadar yang berada di dapur apartemen pusat kota dinilai tiga kali lebih tinggi daripada udara di luar bangunan itu. Bahkan sudah di atas batas yang direkomendasikan Panduan Kualitas Udara Dalam Ruangan di Inggris. Riset ini memberi fokus pada polusi yang memproduksi risiko paling besar bagi kaum tua dan orang-orang dengan gangguan pernapasan atau sakit jantung.

Apa saja yang sebaiknya dilakukan supaya kita bisa meminimalisir polusi udara di dapur?

Ventilasi yang cukup di dapur

Aktivitas di dapur cenderung menghasilkan asap dan uap yang dapat berdampak polusi pada hunian. Pastikan dapur kita memiliki ventilasi yang mencukupi. Jika dapur tidak punya ventilasi, kita bisa akali dengan exhaust fan atau cooker hood sehingga asap hasil memasak dapat langsung terhirup dan terbuang keluar rumah.

Segera bersihkan dan buang sampah setelah selesai memasak

Kita mungkin sering menyimpan bahan-bahan makanan, buah, dan sayur di dalam kulkas atau lemari. Meski disimpan di dalam kulkas, bahan makanan seperti buah dan sayur tetap memiliki batas kadaluarsa. Segera buang makanan jika sudah tidak layak atau bahkan sampai membusuk. Makanan yang sudah membusuk jika didiamkan berlarut-larut dapat menyebarkan bau tak sedap yang sangat mengganggu pernapasan.


Pelihara Tanaman

Tidak hanya dapat memperindah pekarangan rumah, tanaman juga dapat membantu mengurangi polusi udara. Jadi, perlu banget bagi kita untuk memelihara tanaman. Jika kita memiliki pekarangan yang cukup, peliharalah banyak tanaman di halaman rumah. Bagaimana kalau rumah kita tidak memiliki lahan perkarangan untuk tanaman? Tidak perlu khawatir karena jika tidak terdapat lahan yang luas, kita bisa menanamnya di beberapa pot. Beberapa tanaman tertentu bisa dimasukan ke dalam rumah untuk membuat udara lebih sehat dan sejuk.

Pakai PLUG Nasal Filter

Cara lain yang bisa kita lakukan untuk mengurangi polusi udara di dalam ruangan termasuk dapur adalah menggunakan PLUG Nasal Filter. PLUG memiliki 3 lapis filter hidung yang bekerja secara efektif menghambat debu, serbuk sari, allergen, dan partikel udara di rongga hidung.

PLUG BISA DI DAPATKAN DI :